ONE WORLD ONE LANGGUAGE
AMATEUR RADIO A NATIONAL RESOURCES
AMATIR RADIO PERTAMA KALI HADIR DIDUNIA
PADA TAHUN 1894
GUGLIELMO MARCONI
BERKEBANGSAAN ITALY – YANG BERHASIL MELAKUKAN
EKSPERIMENT DENGAN MENEMUKAN PERANGKAT
KOMUNIKASI WIRE LESS
KOMUNIKASI
MENYAMPAIKAN DAN MENERIMA INFORMASI
INFORMASI
SANGAT DIBUTUHKAN UNTUK
• Bahan dasar ilmu pengetahuan
• Respresentasi keadaan
• Bahan pengambilan keputusan
INFRASTRUKTUR
KEHIDUPAN MANUSIA
TELE KOMUNIKASI
MENYAMPAIKAN DAN MENERIMA INFORMASI
JARAK JAUH
SELURUH KEGIATAN AMATIR RADIO BERKAITAN
DENGAN TELEKOMUNIKASI
dalam kata lain AMATIR RADIO BAGIAN
DARI KOMUNITAS TELEKOMUNIKASI
DALAM KEGIATAN APAPUN AMATIR RADIO
AKAN BERKAITAN DENGAN
PEMANCAR RADIO
PEMANCAR RADIO
ADALAH PERALATAN YANG MEMPUNYAI NILAI
KHUSUS DAN STRAGIS
KHUSUS
MAMPU MENIMBULKAN
BENCANA
BAGI
PENGGUNANYA, LINGKUNGAN,
BAHKAN BANGSA & NEGARA
PEMANCAR RADIO
ADALAH PERALATAN YANG MEMPUNYAI NILAI
KHUSUS DAN STRAGIS
KHUSUS
STRATEGIS
MAMPU MENIMBULKAN
DAPAT DIGUNAKAN SEBAGAI
BENCANA
SARANA
MENUNJANG
BAGI
KEHIDUPAN, KESEJAHTERAAN,
PENGGUNANYA, LINGKUNGAN,
PEMBANGUNAN
BAHKAN BANGSA &BENCANA
NEGARA
PENANGGULANGAN
KETENTUAN TEKNIS
MAUPUN OPERASIONAL
PENGGUNAAN
PEMANCAR RADIO
DIATUR SECARA TERPADU
DI TINGKAT
INTERNASIONAL
SIAPAPUN PENGGUNA PEMANCAR
RADIO MUTLAK HARUS TUNDUK PADA
KETENTUAN TERSEBUT SECARA UTUH
DAN KONSEKUEN
KETENTUAN YANG MENGIKAT BAGI
AMATIR RADIO INDONESIA
SATELITE
BANDPLAND
U.U. – P.P. – K.M –
PROTCOL DIGITAL
KEP DIRJEN
CONTEST – QSLing
INSTRUKSI
AWARD
AD – ART
KEPUTUSAN
INSTRUKSI
dll
RADIO REGULATION
SEMUA ATURAN DALAM RR DIMAKSUDKAN
AGAR KOMUNIKASI DAPAT BERLANGSUNG DENGAN BAIK,
TANPA MENIMBULKAN GANGGUAN DAN SALING
MENGGANGGU.
Semua aturan di buat dan di revisi dalam sidang
WRC ( World Radio Conference )
yang dihadiri oleh seluruh negara anggota
ITU ( International Telecomunication Union )
SELURUH PENGGUNA FREKUENSI WAJIB MEMATUHI R.R
RADIO REGULATION
SECARA GARIS BESAR

PENGELOMPOKAN
AKTIFITAS PENGGUNA
Luar Angkasa, Penerbangan, Maritime, Riset, Dinas (Fix Mobile),
Resque, Amatir Radio dll

PENGATURAN /ALOKASI
AERO
FIX MOBILE
FREKUENSI
AMATEUR RADIO
FIX MOBILE

PENGATURAN
HAK dan KEWAJIBAN

PENGATURAN
IDENTITAS / CALLSIGN
dst
INTERNATIONAL AMATEUR RADIO UNION
Merupakan Induk Organisasi Amatir Radio di Seluruh Dunia

Koordinasi Amatir Radio di Seluruh Dunia

Memperjuangkan Hak-hak Amatir Radio di ITU

Narasumber di ITU dan Org. Amatir Radio

Pembinaan dan Motifasi bagi peningkatan kemampuan
Amatir Radio
UNDANG – UNDANG 36 TAHUN 1999
TELEKOMUNIKASI
PERATURAN PEMERINTAH 52 TAHUN 2000
PENYELENGGARAAN TELEKOMUNIKASI
PERATURAN PEMERINTAH 53 TAHUN 2000
PENGGUNAAN SPEKTRUM FREKUENSI
KEP. MENTERI PERHUBUNGAN KM 3 TAHUN 2001
PERSYARATAN TEKNIS ALAT & PERANGKAT TELEKOMUNIKASI
KEP. MENTERI PERHUBUNGAN KM 49 TAHUN 2002
PEDOMAN KEGIATAN AMATIR RADIO
UNDANG – UNDANG 36 TAHUN 1999
TELEKOMUNIKASI
TELEKOMUNIKASI DILAKSANAKAN BERDASARKAN AZAS
Manfaat,
Adil, Kepastian Hukum, Keamanan, Kemitraan, Etika dan Kepercayaan pada
diri sendiri
TELEKOMUNIKASI DISELENGGARAKAN DENGAN TUJUAN UNTUK MENDUKUNG
Persatuan & Kesatuan Bangsa,
Meningkatkan Kesejahteraan & Kemakmuran Rakyat,
mendukung kehidupan Ekonomi & Pemerintahan,
Meningkatkan Hubungan antar Bangsa
Telekomunikasi di Kuasai NEGARA dan Pembinaannya dilakukan oleh
Pemerintah
Penyelenggaraan Telekomunikasi dapat dilaksanakan setelah
mendapat izin dari Menteri
UNDANG – UNDANG 36 TAHUN 1999
TELEKOMUNIKASI
PENYELENGGARAAN TELEKOMUNIKASI
MELIPUTI :
a. Penyelenggaraan jaringan telekomunikasi
b. Penyelenggaraan jasa telekomunikasi
c. PENYELENGGARAAN TELEKOMUNIKASI
KHUSUS
UNDANG – UNDANG 36 TAHUN 1999
TELEKOMUNIKASI
SETIAP ORANG DILARANG MELAKUKAN PERBUATAN
TANPA HAK, TIDAK SAH ATAU MANIPULASI
AKSES KE JARINGAN TELEKOMUNIKASI
AKSES KE JASA TELEKOMUNIKASI
AKSES KE JARINGAN TELEKOMUNIKASI KHUSUS
BARANG SIAPA MELANGGAR
DIPIDANA DENGAN PIDANA PENJARA PALING LAMA
6 ( Enam ) TAHUN ATAU DENDA PALING BANYAK
Rp. 600.000.000,- ( Enam Ratus Juta Rupiah )
PERATURAN PEMERINTAH 52 TAHUN 2000
PENYELENGGARAAN TELEKOMUNIKASI
Penyelenggaraan telekomunikasi khusus diselenggarakan
untuk keperluan:
a.
b.
c.
sendiri;
pertahanan keamanan negara;
penyiaran.
Penyelenggaraan telekomunikasi khusus untuk keperluan
sendiri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38 huruf a
dilakukan untuk keperluan:
a.
b.
c.
d.
perseorangan;
instansi pemerintah;
dinas khusus;
badan hukum
PERATURAN PEMERINTAH 52 TAHUN 2000
PENYELENGGARAAN TELEKOMUNIKASI
Penyelenggaraan telekomunikasi khusus untuk keperluan perseorangan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39 huruf a meliputi:
a.
b.
amatir radio;
komunikasi radio antar penduduk
Pasal 41
(1)
(2)
Kegiatan amatir radio sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40
huruf a digunakan untuk saling berkomunikasi tentang ilmu
pengetahuan, penyelidikan teknis dan informasi yang berkaitan
dengan teknik radio dan elektronika.
Kegiatan amatir radio dapat digunakan untuk penyampaian
berita mara bahaya, bencana alam, pencarian dan pertolongan
(SAR).
PERATURAN PEMERINTAH 52 TAHUN 2000
PENYELENGGARAAN TELEKOMUNIKASI
Dalam keadaan jaringan telekomunikasi yang diselenggarakan oleh
penyelenggara telekomunikasi khusus untuk keperluan pertahanan
negara atau keperluan keamanan negara belum atau tidak mampu
mendukung kegiatannya, maka dapat menggunakan atau
memanfaatkan penyelenggaraan telekomunikasi khusus lainnya
dengan wajib mengikuti ketentuan pengunaan jaringan dan atau jasa
telekomunikasi yang berlaku.
Ketentuan lebih lanjut tentang tata cara penggunaan dan
pemanfaatan ditetapkan bersama oleh Menteri dan menteri yang
bertanggung jawab di bidang pertahanan atau Kepala Kepolisian
Republik Indonesia
KEP. MENTERI PERHUBUNGAN KM 49 TAHUN 2002
jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006
PEDOMAN KEGIATAN AMATIR RADIO
(1)
Kegiatan Amatir radio dilaksanakan berdasarkan Izin Amatir
Radio yang selanjutnya disebut IAR;
(2)
Setiap pemilik IAR sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) wajib
menjadi anggota Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI).
Stasiun Radio Amatir hanya boleh digunakan untuk :
a. Latih diri dalam bidang teknik radio;
b. Saling komunikasi antar stasiun Radio Amatir;
c. Penyelidikan teknik radio;
d. Penyampaian berita-berita pada saat terjadi marabahaya,
bencana alam dan penyelamatan jiwa manusia serta harta benda.
KEP. MENTERI PERHUBUNGAN KM 49 TAHUN 2002
jo KEPMEN KOMINFO No. 03 tahun 2006
PEDOMAN KEGIATAN AMATIR RADIO
MENGATUR TENTANG
IZIN AMATIR RADIO
PEMILIKAN STASIUN & PERANGKAT PEMANCAR RADIO
NAMA PANGGILAN ( CALLSIGN )
PENGATURAN FREKUENSI & KELAS EMISI
KEGIATAN AMATIR RADIO
UJIAN AMATIR RADIO
PERSYARATAN TEKNIK
PENGAWASAN TENIK & NON TEKNIK
ORGANISASI AMATIR RADIO INDONESIA
ORARI
Berdiri di Jakarta tanggal 9 Juli 1968
atas dasar Peraturan Pemerintah No. 21 tahun 1967
ORARI BERSIFAT MANDIRI DAN NON POLITIK
MERUPAKAN WADAH TUNGGAL AMATIR RADIO DI INDONESIA
Setiap Amatir Radio di Indonesia, WAJIB bergabung dalam ORARI
ORARI berazaskan Pancasila dgn menjunjung tinggi Kode Etik Amatir Radio.
ORARI bertujuan mewujudkan Amatir Radio Indonesia yang berpengetahuan
dan trampil dibidang komunikasi radio dan teknik elektronika radio untuk
diabdikan bagi kepentingan Bangsa dan Negara
FUNGSI ORARI
Untuk mencapai tujuan Organisasi, ORARI berfungsi sebagai :
(1)
(2)
(3)
Sarana pembinaan Amatir Radio Indonesia.
Memelihara kemurnian amatirisme radio sesuai Kode
Etik Amatir Radio
Sarana memperjuangkan hak-hak Amatir Radio diforum
nasional dan bersama Amatir radio dunia memperjuangkan
hak-hak Amatir Radio di forum Internasional
(4)
Cadangan nasional di bidang komunikasi radio.
(5)
Sarana Dukungan komunikasi radio dalam usaha - usaha
yang bersifat kemanusiaan.
(6)
Mitra Pemerintah dalam kegiatan pengawasan penggunaan
gelombang radio serta pemilikan dan penggunaan perangkat
komunikasi radio.
KEGIATAN
Untuk melaksanakan fungsinya,
ORARI melaksanakan kegiatan - kegiatan sebagai berikut :
(1)
(2)
Meningkatkan kemampuan dan ketrampilan anggota serta membimbing
peminatnya dalam bidang teknik elektronika dan komunikasi radio.
Melindungi kepentingan dan memperjuangkan hak-hak Amatir Radio.
(3)
Menanamkan kesadaran dan kewajiban serta tanggung jawab anggota
terhadap Bangsa, Negara dan Organisasi.
(4)
Melaksanakan dukungan komunikasi radio dan penyampaian
berita pada saat terjadi marabahaya, bencana alam dan
penyelamatan jiwa manusia dan harta benda.
(5)
Melaksanakan dukungan komunikasi radio dan penyampaian
berita sebagai komunikasi cadangan nasional
(6)
Menyelenggarakan kegiatan monitoring dan observasi dalam rangka
pengamanan pemakaian gelombang radio
Membantu Pemerintah dalam rangka menditeksi pelanggaran terhadap
penggunaan dan pemilikan perangkat komunikasi radio.
(7)
MEMBER
DEPT. KOMINFO
MEMBER
MEMBER
REGION 3
ORARI PUSAT
ORARI DAERAH
NOTE:
LAW & REGULATION
ORGANIZATION LINK
ORARI LOKAL
STRUKTUR ORGANISASI
ORARI PUSAT
Merupakan induk Organisasi
Pusat Pembinaan, Pengendalian dan Pengawasan kegiatan Amatir Radio di
seluruh Indonesia serta koordinasi dengan Amatir Radio Manca Negara
ORARI Pusat Berkedudukan di Ibukota Negara
ORARI DAERAH
Merupakan Pelaksana Pembinaan, Pengendalian dan Pengawasan
kegiatan Amatir Radio di tingkat Propinsi.
ORARI Daerah berkedudukan di Ibukota Propinsi
ORARI DAERAH YANG TELAH TERBENTUK
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
JAKARTA
JAWA BARAT
BANTEN
JAWA TENGAH
D.I. YOGYAKARTA
JAWA TIMUR
LAMPUNG
SUM – SEL
JAMBI
BENGKULU
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
BANGKA BELITUNG
SUM - BAR
RIAU
KEP. RIAU
SUM – UT
N. ACEH Ds
KAL – BAR
KAL – SEL
KAL – TENG
KAL – TIM
SUL – SEL
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.
31.
SUL – TRA
SUL – TENG
SUL – UT
GORONTALO
MALUKU
MALUKU UTARA
BALI
N.T.B
N.T.T
PAPUA
PERSIAPAN ORARI DAERAH SULAWESI BARAT
STRUKTUR ORGANISASI
ORARI PUSAT
ORARI DAERAH
ORARI LOKAL
Merupakan Pelaksana Pembinaan, Pengendalian dan Pengawasan
kegiatan Amatir Radio di tingkat Kabupaten / Kota dan untuk daerah
tertentu dapat dibentuk hingga tingkat Kecamatan.
ORARI Lokal berkedudukan di ibukota Kabupaten / Kota
Saat ini telah terbentuk 384 ORARI Lokal di seluruh Indonesia
STRUKTUR KEPENGURUSAN
ORARI PUSAT
DEWAN
PENGAWAS &
PENASEHAT
KETUA UMUM
WAKIL KETUA UMUM
BEND. UMUM
WKL BEND. UMUM
SEK - JEN
WAKIL SEK - JEN
KETUA BIDANG
ORGANISASI
KETUA BIDANG
OPERASI & TEKNIK
KOORDINATOR / PEMBANTU UMUM
DIKLAT
LITBANG
HUMAS
HUBLU
HUKUM
P. SERV
QSL/AWARD
STRUKTUR KEPENGURUSAN
ORARI DAERAH & LOKAL
DEWAN
PENGAWAS &
PENASEHAT
KETUA
WAKIL KETUA
BENDAHARA
WKL BENDAHARA
SEKRETARIS
WAKIL SEKRETARIS
KETUA BIDANG
ORGANISASI
KETUA BIDANG
OPERASI & TEKNIK
KABAG KEANGGOTAAN
KABAG PENDIDIKAN
SEKSI – SEKSI SESUAI KEBUTUHAN
KABAG OPERASI
KABAG TEKNIK
KEANGGOTAAN ORGANISASI
Keanggotaan dalam ORARI terdiri dari :
(1)
ANGGOTA BIASA IALAH SETIAP WARGA NEGARA
INDONESIA (min 14 th) YANG TELAH MEMENUHI PERSYARATAN
UNTUK DIANGKAT MENJADI ANGGOTA
(2)
ANGGOTA LUAR BIASA IALAH SETIAP WARGA NEGARA ASING
YANG TELAH MEMENUHI PERSYARATAN UNTUK DIANGKAT
MENJADI ANGGOTA LUAR BIASA
( Australia, Argentina, Belgia, Kanada, Cheko, Inggris, Finlandia,
Perancis, Jerman, Hongaria, Belanda, Swedia, Amerika Serikat
(3)
ANGGOTA KEHORMATAN IALAH SETIAP WARGA NEGARA
INDONESIA (min 30 th) YANG TELAH MEMBERIKAN
KONSTRIBUSI LUARBIASA BAGI ORARI & BERSEDIA DIANGKAT
MENJADI ANGGOTA MENJADI ANGGOTA LUAR BIASA
KEWAJIBAN ANGGOTA
a.
MENTAATI PERATURAN DAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG
DIKELUARKAN PEMERINTAH YANG BERLAKU BAGI KEGIATAN
AMATIR RADIO.
b.
MENTAATI AD – ART SERTA PERATURAN ORGANISASI
c.
MEMBAYAR IURAN WAJIB DAN IURAN YANG DITENTUKAN ATAS
KEBIJAKSANAAN PENGURUS DAERAH /LOKAL
d.
MENGHADIRI MUSLOK DAN UNDANGAN RAPAT
e.
MELAKSANAKAN SEGALA KEPUTUSAN YANG DIAMBIL DALAM
MUNAS, MUSDA DAN MUSLOK
f.
MEMELIHARA, MEMAJUKAN DAN MENGAMBANGKAN KEGIATAN
AMATIR RADIO DI INDONESIA
g.
MEMELIHARA DAN MENJAGA NAMA BAIK ORGANISASI
HAK - HAK ANGGOTA
a.
BERBICARA DALAM MUSLOK DAN RAPAT-RAPAT ORARI LOKAL
b.
MEMBERIKAN SUARA DALAM MUSLOK DAN RAPAT-RAPAT YANG
DILAKSANAKAN ORARI LOKAL
c.
MEMILIH DAN DIPILIH SEBAGAI ANGGOTA PENGURUS
berlaku bagi anggota luar biasa )
d.
MEMBELA DIRI
e.
MENDAPATKAN PERLINDUNGAN SEPANJANG TIDAK BERTENTANGAN
PERATURAN DAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG DIKELUARKAN
PEMERINTAH, AD – ART SERTA PERATURAN ORGANISASI
f.
MENDAPATKAN K.T.A YANG DITANDA TANGANI OLEH KETUA UMUM ORARI
DENGAN TANDA TANGAN BANDING KETUA ORARI DAERAH YANG
BERSANGKUTAN
g.
MENDAPATKAN PELAYANAN ORGANISASI
( tidak
PEMBERHENTIAN KEANGGOTAAN
ANGGOTA BIASA & LUAR BIASA AKAN KEHILANGAN
KEANGGOTAAN APABILA :
•
•
•
•
•
•
•
•
Mengundurkan diri
Bukan Warga Negara Indonesia lagi
Anggota luar biasa tidak berdomisili di Indonesia lagi
Tidak membayar Iuran atau IAR telah Kadaluarsa
Di berhentikan
Meninggal Dunia
Terkena sanksi pidana penjara 3 (tiga) bulan
Tidak memenuhi persyaratan sebagai anggota
STASIUN ORGANISASI &
CLUB STASIUN
STASIUN ORGANISASI DAN CLUB STASIUN ADALAH
SINGLE STATION MULTY OPERATOR
STASIUN ORGANISASI ADALAH
Stasiun di miliki dan di operasikan ORARI untuk Koordinasi antar
tingkatan Organisasi dan menunjang kegiatan Organisasi
CLUB STASIUN ADALAH
Stasiun di miliki dan di operasikan ORARI untuk Melaksanakan
Pembinaan bagi Anggota
ORARI MONITORING SYSTEM
DASAR
bahwa setiap Amatir Radio Indonesia baik perorangan
maupun secara organisasi wajib membantu Pemerintah
dalam mengadakan monitoring terhadap kemungkinankemungkinan pelanggaran baik yang dilakukan oleh
anggota ORARI maupun stasiun-stasiun bukan amatir
radio yang tidak memiliki ijin yang sah;
ORARI MONITORING SYSTEM
IARU MS
Coord. Reg 3
KETUA UMUM
ORARI
DITJEN POSTEL
KOORD MONITORING
ORARI PUSAT
BALMON / UPT /
SUB DIN POSTEL
KOORD MONITORING
ORARI DAERAH
KETUA ORARI
DAERAH
KOORD MONITORING
ORARI LOKAL
KETUA ORARI
LOKAL
TEAM MONITORING
ANGGOTA ORARI
FIELDDAY & AMATEUR RADIO FESTIVAL
FIELDDAY
Pertemuan Amatir Radio dilapangan dan antar
lapangan, dalam rangka latihan dan uji coba peralatan
dan kemampuan Amatir Radio dalam melaksanakan
Dukungan Komunikasi Penanggulangan Bencana
BILA MEMUNGKINKAN ADAKAN KERJASAMA DENGAN INSTASI
TERTENTU YANG BERKAITAN DENGAN SAR
HAM FEST
Pertemuan Amatir Radio dilapangan pada satu lokasi
dalam rangka Mempererat persahabatan dan saling
bertukar informasi & pengetahuan serta saling
menguji Peralatan & Ketrampilan Amatir Radio.
Manfaat
-
Mempererat Pesaudaraan
Meningkatkan Pengetahuan & Ketrampilan
Promosi Pariwisata
Ekonomi Masyarakat
SPECIAL CALLSIGN & KONTES
SPECIAL CALLSIGN
KONTES
Manfaat
adalah Callsign yang sebuah Stasiun Organisasi
yang mengudara dalam rangka Event tertentu.
Perlombaan Ketrampilan Amatir Radio.

Kontes Komunikasi

Kontes Teknik Elektronika

Kontes Kegiatan Amatir Radio
-
Mempererat Persaudaraan
Meningkatkan Pengetahuan & Ketrampilan
Ajang Uji coba Peralatan
Promosi Pariwisata
DX ‘ING
DX ( DISTENCE “X” ) = JARAK JAUH
-> QSO KE LUAR NEGERI
PEMULA
BELUM DI BENARKAN QSO KE LUAR NEGERI
SIAGA
BOLEH QSO KELUAR NEGERI DENGAN CW & FREK TERTENTU

GUNAKAN OPERATING PROCEDURE DENGAN BENAR

DATA QSO DALAM LOG BOOK

KIRIM / BALAS QSL CARD
DX PEDITION
IOTA (Island On The Air )
RSGB
STASIUN AMATIR RADIO YANG MENGUDARA DARI PULAU
TERTENTU YANG SESUAI DENGAN PERSYARATAN IOTA
RSGB
Manfaat -
Meningkatkan Pengetahuan & Ketrampilan
Ajang Uji coba Peralatan
Promosi Pariwisata
Secara tidak langsung dapat manfaatkan untuk
Pengakuan Internasional tentang Toritorial Suatu Negara
DUKUNGAN KOMUNIKASI AMATIR RADIO
AMATIR RADIO SEBAGAI CADANGAN NASIONAL DIBIDANG KOMUNIKASI
DUKUNGAN KOMUNIKASI BUKAN KEADAAN DARURAT
Dilaksanakan untuk menunjang Event2 tertentu atas permintaan /
instruksi Pemerintah, karena kekurangan sarana komunikasi
Seperti :
Anggota ORARI
PEMILU, PILKADA, JOTA PRAMUKA, PON, MTQ,
ANGKUTAN LEBARAN & THN BARU, REHABILITASI
PASKA BENCANA DLL
di koordinir oleh ORARI Daerah melalui
ORARI Lokal untuk di BKO kan kepada
Pelaksana Event
DUKUNGAN KOMUNIKASI AMATIR RADIO
AMATIR RADIO SEBAGAI CADANGAN NASIONAL DIBIDANG KOMUNIKASI
DUKUNGAN KOMUNIKASI BUKAN KEADAAN DARURAT
Dilaksanakan untuk menunjang Event2 tertentu atas permintaan / instruksi
Pemerintah, karena kekurangan sarana komunikasi
Seperti :
PEMILU, PILKADA, JOTA PRAMUKA, PON, MTQ,
ANGKUTAN LEBARAN & THN BARU, REHABILITASI
PASKA BENCANA DLL
Anggota ORARI
di koordinir oleh ORARI Daerah melalui ORARI Lokal
untuk di BKO kan kepada Pelaksana Event
DUKUNGAN KOMUNIKASI DALAM KEADAAN DARURAT
 SIAP SIAGA
 INFORMASI DINI
 OPERASI TANGGAP DARURAT
LATIHAN/KOORDINASI/NET
SPONTANITAS / KOORDINASI
KOORDINASI / BKO
DUKOM DALAM KEADAAN DARURAT
INFORMASI DINI
BAKORNAS
ORARI PUSAT
BMG
ORARI DAERAH
PEMDA
PROP.
ORARI LOKAL
ANGGOTA
PEMDA
KAB/KOTA
MASYARAKAT
TOP DOWN
BOTOM UP
DUKOM DALAM KEADAAN DARURAT
PERAN DUKOM ORARI DALAM OPERASI TANGGAP DARURAT
BILA SARANA KOMUNIKASI PADA LOKASI BENCANA LUMPUH DAN
SARANA KOMUNIKASI TEAM P.B. BELUM TERPASANG ATAU TIDAK
MENCUKUPI
MAKA ORARI SEGERA MENGGELAR DUKUNGAN KOMUNIKASI
PENGGULANGAN BENCANA DENGAN CARA

Menempatkan Anggota ORARI di Lokasi Bencana

Menempatkan Stasiun-stasiun Amatir Radio pada Posko - Posko PB &
Sentral-Sentar P.B

Mem B.K.O Anggota ORARI pada Unit-unit P.B

Stasiun Radio di ORPUS, ORDA dan ORLOK di konsentrasikan pada
Operasi Dukom sesuai kebutuhan
SELURUH KEGIATAN DIBAWAH KOORDINASI BAKORNAS PB
SESUAI DENGAN UNDANG-UNDANG NO. 24 TAHUN 2007
TENTANG PENANGGULANGAN BENCANA
OPERATING
PROCEDURE
SETIAP STASIUN RADIO HARUS MEMILIKI
CALLSIGN ( Nama Panggilan )
( R.R )
SETIAP PANCARAN RADIO HARUS SELALU
MENYEBUTKAN CALLSIGN DENGAN
LENGKAP DALAM INTERVAL PENDEK
CALLSIGN AMATIR RADIO
TERDIRI DARI KOMBINASI HURUF DAN ANGKA DALAM SATU KESATUAN
YANG MENUNJUKKAN PREFIX DAN SUFFIX
YB1PR
M. FAISAL ANWAR
KOMP. TNI BORALU – BEKASI
JAWA BARAT - INDONESIA
SUFFIX
MENJELASKAN PEMILIK STASIUN RADIO
PREFIX
MENJELASKAN W.R.A
= JAWA BARAT
MENJELASKAN NEGARA = INDONESIA
CALLSIGN AMATIR RADIO
YB 1PR
M. FAISAL
ANTONIO
ANWAR
KOMP. TNI BORALU
17 RUA–AGUSTA
BEKASI
JAWASAO
BARAT
PAULO
- INDONESIA
- BRAZIL
SUFFIX
MENJELASKAN PEMILIK STASIUN RADIO
PREFIX
MENJELASKAN W.R.A
= JAWA
BARAT
SAO PAULO
MENJELASKAN NEGARA = INDONESIA
BRAZIL
PENGUCAPAN CALLSIGN
YB1PR
YB5LL
KEGIATAN AMATIR RADIO
BERSKALA INTERNASIONAL
CALLSIGN ADALAH IDENTITAS
DENGAN DEMIKIAN PENGUCAPAN
HARUS LENGKAP DAN BENAR
AGAR MENGHINDARI KEKELIRUAN, PENYEBUTAN
CALLSIGN SEBAIKNYA DI EJA DENGAN EJAAN ICAO
ANGKA DISEBUT DALAM BAHASA INGGRIS
YANKEE
YANG
BODO
BRAVO
SATU
ONE
FIVE
LIMA
PAK
PAPA
LIMA
LIMA
RADEN
ROMEO
LIMA
LIMA
YBLLL
Sebelum melakukan komunikasi perlu
dilakukan persiapan2 antara lain :
PERIKSA PERALATAN KOMUNIKASI
CATU
DAYA
> ALIRAN
LISTRIK
SIAPKAN
SARANA
ADMINISTRASI
ALAT TULIS
LOG BOOK
>> POWER
SUPLY
KERTAS
>> KABEL
2 / BUKU MEMO
ANTENA
>
BALLPOIN / PINSIL
> KABEL TRANSMISI
PENUNJUK WAKTU
>> KONDISI
ANTENA ( SWR)
PENANGGALAN
ALAT MODA
REFERENSI
JAM ( UTC )
>> MICROPHONE
CALL BOOK, BAND PLAN
>> KEYER
PETA DLL
> KOMPUTER
KOMUNIKASI
SETIAP KOMUNIKASI AMATIR RADIO DINYATAKAN SAH
APABILA TELAH DILAKUKAN PERTUKARAN
TANDA PENGENAL DAN REPORT
KOMUNIKASI SINGKAT
SUATU KOMUNIKASI YANG HANYA MENCAPAI KEABSAHAN SAJA,
YAITU PERTUKARAN TANDA PENGENAL DAN REPORT
(CONTEST – PILE UP – NET – ETC.)
KOMUNIKASI PENDEK
KOMUNIKASI SELAIN MELAKUKAN PERTUKARAN TANDA PENGENAL DAN REPORT DILAKUKAN PULA
PERTUKARAN INFORMASI YANG DIANGGAP PERLU SEPERTI :
NAMA KECIL – ALAMAT – PERALATAN – KEADAAN CUACA – DSB.
KOMUNIKASI PANJANG
ADALAH KOMUNIKASI YANG PANJANG (RAG CHEWING)
MONITOR DULU
Ketahui apakah frekuensi ada yang
menggunakan
TANYAKAN
apakah frekuensi digunakan ??? ( 3 x )
PANGGIL
CQ CQ CQ disini YB1PR calling CQ ganti
CQ Aceh PANGGILAN
CQ Aceh CQ UMUM
Aceh,
disini YB1PR calling CQ Aceh ganti
PANGGILAN
TERARAH
YB6AK disini
YB1PR Calling
ganti
PANGGILAN KHUSUS
MONITOR DULU
YB1PR
Ketahui ada siapa di frekuensi
Komunikasi apa yang sedang berlangsung
siapa stasiun pengendalinya
TUNGGU
ON
FREQUENCY
Hingga ada kesempatan atau
komunikasi mereka berakhir
MASUK
DENGAN MENYEBUTKAN CALLSIGN
JANGAN GUNAKAN ISTILAH
JANGAN GUNAKAN ISTILAH
JANGAN MAIN
CONTACT
BREAK
ISTILAH INI DIGUNAKAN
UNTUK
TEBAK
–
TEBAKAN
MENYELA BILA KITA TELAH
bila tidak membawa berita
BERADA
DALAM
JARINGAN
KARENA
AKAN
MEMBUANG
WAKTU
KOMUNIKASI
SEDANG
DENGAN
PERCUMA YANG
DAN MENYEBALKAN
DARURAT
BERLANGSUNG
REPORT DALAM KOMUNIKASI
Dinyatakan dengan ANGKA
Readibility
(Modulasi )
1 s/d 5
Signal
1 s/d 9
Tone
1 s/d 9
1 2
3 4
5 6 7
8 9
EJAAN DALAM KOMUNIKASI
DIGUNAKAN UNTUK MENGHINDARI KEKELIRUAN PENGERTIAN
I.C.A.O
A – ALFA
N – NOVEMBER
B – BRAVO
O – OSCAR
C – CHARLIE
P – PAPA
D – DELTA
Q – QUIBEEC
E – ECHO
R – ROMEO
F – FOKSTROT
S – SIERRA
G – GOLF
T – TANGGO
H – HOTEL
U – UNIFORM
I – INDIA
V – VICTOR
J – JULIET
W – WISKY
K – KILO
X – X’RAY
L – LIMA
Y – YANGKEE
M – MIKE
Z – ZULU
ISTILAH-ISTILAH DALAM KOMUNIKASI
ROGER
SKED
Q CODE
BERITA DITERIMA DENGAN LENGKAP
BUKAN = DIMENGERTI, SETUJU, DILAKSANAKAN
KOMUNIKASI YANG ADA PERJANJIAN
BILA
ADA PANGGILAN DENGAN MENGGUNAKAN SKED
SEBAIKNYA STASIUN LAIN MEMBERIKAN PRIORITAS
KODE-KODE YANG TELAH DISEPAKATI
INTERNASIONAL UNTUK DIGUNAKAN DALAM
KOMUNIKASI YANG MENGGUNAKAN MORSE DENGAN
MAKSUD UNTUK MEMPERSINGKAT BERITA
DAPAT JUGA DIGUNAKAN UNTUK KOMUNIKASI
PHONE GUNA MENGATASI KESULITAN BAHASA ATAU
MEMPERCEPAT KOMUNIKASI
Q CODE DALAM KOMUNIKASI
DIGUNAKAN UNTUK MEMPERSINGKAT BERITA ATAU
MENGATASI KESULITAN BAHASA
Q Code I.T.U
QRA – Nama Station
QRM – Gangguan pancaran
QRT – Berhenti memancar
QRX – Istirahat
QSB – Pancaran tidak stabil
QSL – Berita diterima lengkap
QSY – Pindah Frekuensi
QTC – Menyampaikan Berita
QTH – Lokasi Pemancar
QTR – Waktu ( Jam )
73
dll
- Salam Sejahtera
ETIKA KOMUNIKASI
MENYEBUTKAN CALLSIGN DALAM
INTERVAL PENDEK
MEMBERIKAN SPASI DIANTARA DUA
PEMBICARAAN
HINDARI TUMPANG TINDIH ( DUBLING )
MENGUCAPKAN KATA GANTI / OVER /
GO
A HEAD PADA SETIAP AKHIR PANCARAN
GUNAKAN BAHASA TERBUKA & DIMENGERTI
JANGAN GUNAKAN BAHASA DAERAH ATAU SANDI
BERBICARA DENGAN JELAS, TENANG & TIDAK
BERTELE-TELE
TIDAK PERLU MELAKUKAN KONFIRMASI WAKTU
ETIKA KOMUNIKASI
JANGAN BERBICARA DENGAN
MARAH – MARAH
MAKAN & MINUM
MENDENGARKAN MUSIK
MEMBACA MAJALAH / KORAN
MENONTON TV / VIDIO
JANGAN BERSIUL / BERNYANYI DI FREKUENSI
JANGAN MEMBICARAKAN HAL-HAL YANG
BERSIFAT POLITIK, DAGANG, A.SUSILA,
MENGHASUT, MEMFITNAH
JANGAN MENGOMENTARI PEMBICARAN ORANG LAIN
DATALAH KEGIATAN KOMUNIKASI DALAM
LOG BOOK
Catatan harian kegiatan Komunikasi Radio
No
DATE
U.T.C
Start
End
STATION
FREQ
MODE
R.S.T
R
S
REMARKS
QSL
R
Pasal 59
Dokumen
KM 49 Thn
kegiatan
2002
Setiap saat perangkat Radio Amatir apabila
Sumberdigunakan
Informasi
baik dari lokasi tetap maupun bergerak maka pemilik IAR
Benda Kenangan
wajib mencatat dalam buku Log yang lembarannya
diberi
nomor urut dan tidak menggunakan
kertas
Bahan
untuklembaran
Membelalepas
diri
FUNGSI
S
AMATIR RADIO DILARANG
Digunakan untuk Urusan
• Dagang,
• Politik,
• Dinas Instansi Pemerintah
• Dinas Instansi Bukan Pemerintah / Swasta
• Rumah Tangga
• Pihak Ketiga
Berkomunikasi dengan
Negara yang memusuhi Indonesia
Stasiun Tidak Sah
Menggunakan bahasa Sandi
Menggunakan bahasa yang tidak sopan
Menggunakan Pengubah Audio
TEKNIS
FREKUENSI DAN SIFATNYA
KARAKTERISTIK & KEMAMPUAN PERALATAN
OPERASIONAL
FREKUENSI & MODA YANG AKAN DIGUNAKAN
TATACARA BERKOMUNIKASI
PERAMBATAN
GELOMBANG ELEKTROMANETIS
GROUND WAVE
GROUND WAVE
PERAMBATAN DIBAWAH
SURFACE
WAVE
TANAH
PERAMBATAN DIATAS
PERMUKAAN TANAH
SKY WAVE
SPACE WAVE
PERAMBATAN DI UDARA
DIRECT WAVE
PERAMBATAN LURUS DI
REFLECTED
WAVE
UDARA
PERAMBATAN KE UDARA
DAN DIPANTULKAN KEMBALI
KEBUMI
FREQUENCY & SIFATNYA
EXTREMELY HIGH FREQUENCY
SUPER HIGH FREQUENCY
ULTRA HIGH FREQUENCY
30 s/d
3
s/d
300 GHz
30 GHz
DIRECT WAVE
300
s/d 3.000 MHz
VERY HIGH FREQUENCY
30
HIGH FREQUENCY
REFLECTED
3 s/d WAVE
30 MHz
MEDIUM FREQUENCY
LOW FREQUENCY
VERY LOW FREQUENCY
s/d
300 MHz
300SPACE
s/dWAVE
3.000
Hz
SURFACE
30
s/d WAVE
300
Hz
GROUND
3
s/d WAVE
30
Hz
PERAMBATAN
GELOMBANG ELEKTROMANETIS
GERAKAN PERAMBATAN GELOMBANG
GROUND
WAVE
GROUND
WAVE
ELEKTROMAKNETIS SANGAT TERGANTUNG DARI
SURFACE WAVE
FREKUENSI YANG DIGUNAKAN
CONDUCTIVITY PERMUKAAN BUMI SPACE WAVE
ENERGY MATAHARI YG MEMPENGARUHI KONDISI IONESPHERE
SKY WAVE
DIRECT WAVE
REFLECTED WAVE
PROPAGASI
SKIP ZONE
ADALAH AREA YANG TIDAK DAPAT MENERIMA SUATU PANCARAN
YANG DIAKIBATKAN GELOMBANG PANTUL (REFLECTED WAVE)
IONESPHERE
SKIP ZONE
MF
1,800
s/d
2,000
=
0,200
HF
3,500
7,000
10,100
14,000
18,068
21,000
24,890
28,000
s/d
s/d
s/d
s/d
s/d
s/d
s/d
s/d
3,800
7,100
10,150
14,350
18,168
21,450
24,990
29,700
=
=
=
=
=
=
=
=
0,300
0,100
0,050
0,350
0,100
0,450
0,100
1,700
VHF
50,000
144,000
s/d
s/d
54,000
148,000
=
=
4
4
=
=
=
10
58
150
UHF
430
1.240
2.300
s/d 440
s/d 1.298
s/d 2.450
SHF
EHF
MF
HF
VHF
UHF
SHF
EHF
>
>
>
>
>
>
0,2
3,15
8
218
1.150
21.700
3.300
s/d
3.500
=
200
5.650
s/d
5.850
=
200
10.000
s/d
10.500
=
500
24.000
s/d
24.250
=
250
47.000
s/d
47.200
=
200
75.500
s/d
81.000
=
5.500
142.000
s/d
149.000
=
7.000
241.000
s/d
250.000
=
9.000
( 23.079.350.000 Hz )
VHF
144,000
s/d
145,800
146,000
s/d
148,000
UHF 430,000
s/d
435,000
438,000
s/d
440,000
TINGKAT PEMULA TIDAK DIBENARKAN
MENGGUNAKAN BAND SATELITE
VHF 145,800 s/d
146,000
UHF 435,000 s/d
438,000
HF
3,500
7,000
21,000
28,000
s/d
s/d
s/d
s/d
3,800
7,035
21,100
28,400
CW & PHONE
CW
CW
CW
VHF
144,000
146,000
s/d
s/d
145,800
148,000
CW & PHONE
CW & PHONE
UHF
430,000 s/d
438,000 s/d
435,000
440,000
CW & PHONE
CW & PHONE
TINGKAT SIAGA TIDAK DIBENARKAN
MENGGUNAKAN BAND SATELITE
VHF
UHF
145,800 s/d 146,000
435,000 s/d 438,000
MF
HF
1,8 s/d
3,5
7
21
28
2
s/d
s/d
s/d
s/d
3,8
7,1
21,45
29,7
VHF
50
144
s/d
s/d
54
148
UHF
430
1.240
2.300
s/d
s/d
s/d
440
1.298
2.450
SHF & EHF
ALL
MODE
PEMBAGIAN SEGMEN BAND
FREKUENSI AMATIR RADIO
MF 160 METER
1,800
1,830
1,835
1,850
HF
s/d
s/d
s/d
s/d
2,000
1,835
1,850
2,000
CW
CW DX WINDOW
PHONE DX WINDOW
PHONE
80 METER
3,500 s/d
3,500 s/d
3,510 s/d
3,775 s/d
3,805 s/d
3,800
3,510
3,775
3,805
3,800
CW
CW DX WINDOW
PHONE
PHONE DX WINDOW
PHONE
PEMBAGIAN SEGMEN BAND
FREKUENSI AMATIR RADIO
HF
40 METER
7,000 s/d
7,025 s/d
7,040 s/d
7,080 s/d
HF
CW
DATA
PHONE
PHONE DX WINDOW
30 METER
10,100 s/d
10,140 s/d
HF
7,100
7,040
7,080
7,100
10,150
10,150
CW
DATA
20 METER
14,000 s/d
14,070 s/d
14,112 s/d
14,350
14,112
14,350
CW
DATA
PHONE
PEMBAGIAN SEGMEN BAND
FREKUENSI AMATIR RADIO
HF
17 METER
18,068 s/d
18,100 s/d
18,110 s/d
HF
CW
DATA
PHONE
15 METER
21,000 s/d
21,070 s/d
21,112 s/d
HF
18,168
18,110
18.168
21,450
21,150
21,450
CW
DATA
PHONE
12 METER
24,890 s/d
24,920 s/d
24,930 s/d
24,990
24,930
24.990
CW
DATA
PHONE
PEMBAGIAN SEGMEN BAND
FREKUENSI AMATIR RADIO
HF 10 METER
28,000
28,050
s/d
s/d
29,700
28,150
28,090
28.300
29,300
CW
DATA
RTTY CALL FREQ
INT’ BEACON
PHONE
28,150
28,300
s/d
s/d
29,300
s/d
29,510
29,510
SATELLITE
SATELLITE BEACON
29,510
29,580
29,620
s/d
s/d
s/d
29,580
29,620
29,680
29,680
REPEATER INPUT
PHONE
REPEATER OUTPUT
INT’ SSTV
29,680
s/d
29,700
PHONE
PEMBAGIAN SEGMEN BAND
FREKUENSI AMATIR RADIO
VHF 6 METER
50,000 s/d 54,000
CW
50,000 s/d 50,100
BEACON
50,100 s/d 51,000
PHONE
51,000 s/d
52,000
DATA
52,000 s/d
54,000
PHONE
PEMBAGIAN SEGMEN BAND
FREKUENSI AMATIR RADIO
VHF
2 METER
144,000
144,000
144,100
144,200
144,280
144,400
s/d
s/d
s/d
s/d
s/d
s/d
145,020
s/d
148,000
144,100
144,200
144.280
144,380
144,480
145,000
145,780
CW
E.M.E ( Pantulan Bulan )
DATA
EXPERIMENT
SSB PHONE
FM SIMPLEX
CALL CHANNEL
ORGANIZATION USE
145,800
s/d
146,000
SATELLITE
146,020
146,300
146,620
146,900
s/d
s/d
s/d
s/d
146,280
146,600
146,880
148,000
REPEATER INPUT
FM SIMPLEX
REPEATER OUTPUT
FM SIMPLEX
PEMBAGIAN SEGMEN BAND
FREKUENSI AMATIR RADIO
UHF
0,70 METER
430,000
430,000
431,100
432,000
432,100
433,020
433,400
433,680
433,820
434,020
s/d
s/d
s/d
s/d
s/d
s/d
s/d
s/d
s/d
s/d
440,000
431,000
432,000
432.080
433,000
433,320
433,660
433,800
433,980
434,980
CW
SSB PHONE
DATA
E.M.E BEACON
DATA
REPEATER INPUT
REPEATER OUTPUT
FM SIMPLEX
REPEATER OUTPUT
FM SIMPLEX
435,800
s/d
438,000
SATELLITE
438,020
438,340
438,680
439,020
s/d
s/d
s/d
s/d
438,320
438,660
439,000
440,000
REPEATER OUTPUT
REPEATER INPUT
AUXILARY REPEATER LINK
FM SIMPLEX
PEMBAGIAN SEGMEN BAND
FREKUENSI AMATIR RADIO
UHF
0,23 METER
1.240 s/d
1.246 s/d
1.254 s/d
1.246 REPEATER OUTPUT
1.254 PHONE SIMPLEX
1.260 REPEATER INPUT
1.260 s/d
1.270 SATELLITE
1.270
1.275
1.280
1.285
1.290
s/d
1.280
1.285
1.290
1.298
s/d
s/d
s/d
s/d
1.275 PHONE
REPEATER INPUT
FM SIMPLEX
REPEATER OUTPUT
FM SIMPLEX
UHF
0,12 METER
2.300 s/d
2.340 s/d
2.450 CW
2.450 PHONE
PEMBAGIAN SEGMEN BAND
FREKUENSI AMATIR RADIO
S.H.F
E.H.F
3.300 s/d
3.500
47.000 s/d
47.200
5.650 s/d
5.850
75.500 s/d
81.000
10.000 s/d 10.500
142.000 s/d 149.000
24.000 s/d 24.250
241.000 s/d 250.000
PEMBAGIAN SEGMEN AKAN TENTUKAN
KEMUDIAN
KELEBARAN EMISI UNTUK SEMENTARA
TIDAK DIBATASI SELAMA MASIH BERADA
DALAM BAND FREKUENSI AMATIR RADIO
MODA
CW
RTTY – AMTOR - MTTY
PACKET RADIO - PSK31 - BPSK
SSTV
SSB – DSB - FM
PANCARAN
DIRECT ( POINT TO POINT )
REPEATER – DIGIPEATER –
CROSS BAND REPEATER
SATELITE
PANTULAN BULAN, PLANET, MOTEOR
DLL
STATION
FIX STATION
MOBILE STATION HAND
HAND TRCV
DATALAH KEGIATAN KOMUNIKASI DALAM
LOG BOOK
Catatan harian kegiatan Komunikasi Radio
No
DATE
U.T.C
Start
End
STATION
FREQ
MODE
R.S.T
R
S
REMARKS
QSL
R
Pasal 59
Dokumen
KM 49 Thn
kegiatan
2002
Setiap saat perangkat Radio Amatir apabila
Sumberdigunakan
Informasi
baik dari lokasi tetap maupun bergerak maka pemilik IAR
Benda Kenangan
wajib mencatat dalam buku Log yang lembarannya
diberi
nomor urut dan tidak menggunakan
kertas
Bahan
untuklembaran
Membelalepas
diri
FUNGSI
S
KIRIM / JAWAB SEGERA
QSL CARD
KONFIRMASI / BUKTI DARI SUATU KOMUNIKASI RADIO
YANG TELAH DILAKUKAN
OC – 28 ITU 54 LOC OI33
FUNGSI
PERSYARATAN
YB1PR
MEMPEROLEH AWARD’S
UJIAN KENAIKAN TINGKAT
M. FAISAL ANWAR ( FAL )
PO
MERUPAKAN
DOKUMENTASI
KOMUNIKASI
BOX 1096 JAKARTA 10001 - INDONESIA
BENDA KENANGAN
TO STATION
BENDA KEBANGGAAN
CONFIRMING OUR QSO / SWL REPORT
DAPAT
DIMANFAATKAN
SEBAGAI
WITH
DATE
TIME
FREQMEDIA
R.S.T
STATION
INFORMASI
PROMOSI
TRX IC 7800
ANT 3 BAND KLM
QSL
TNX FR QSO HOPE CUAGN 73
QSL CARD
BENTUK KARTU POS Ukuran 140 x 90 mm MAX 150 x 100 mm
BERAT
>
4 Gram
OC – 28 ITU 54 LOC OI33
YB1PR
M. FAISAL ANWAR ( FAL )
PO
BOX 1096 JAKARTA 10001 - INDONESIA
TO STATION
CONFIRMING OUR QSO / SWL REPORT
WITH
STATION
TRX IC 7800
ANT 3 BAND KLM
DATE
TIME
FREQ
R.S.T
QSL
TNX FR QSO HOPE CUAGN 73
DATA QSL CARD
IDENTITAS
OC – 28 ITU 54 LOC OI33
YB1PR
DATA KOMUNIKASI
M. FAISAL ANWAR ( FAL )
PO
BOX 1096 JAKARTA 10001 - INDONESIA
TO STATION
CONFIRMING OUR QSO / SWL REPORT
INFO
WITH
STATION
TRX IC 7800
ANT 3 BAND KLM
DATE
TIME
FREQ
R.S.T
QSL
TNX FR QSO HOPE CUAGN 73
PENGIRIMAN QSL CARD

DIRECT
Pengiriman secara langsung ke Alamat Stasiun lawan
atau ke Alamat QSL Managernya

VIA QSL BUREAU
Pengiriman secara kolektif melalui Organisasi, dengan maksud
untuk penghematan biaya pengiriman
PENGIRIMAN QSL CARD

DIRECT
Pengiriman secara langsung ke Alamat Stasiun lawan
atau ke Alamat yang ditentukan dengan maksud agar
kartu QSL dapat diterima / dibalas dengan cepat
DIPERLUKAN :
Alamat Stasiun lawan
Tanyakan pada saat QSO atau
mencari pada Callbook
Biaya pengiriman yang cukup
PENGIRIMAN QSL CARD

DIRECT
Pengiriman secara langsung ke Alamat Stasiun lawan atau ke
International
Alamat yang ditentukan dengan maksud agar kartu QSL dapat
diterima / dibalas dengan cepat
Reply Coupon
TO.
Green stamp
DIPERLUKAN :
M. FAISAL AN, YB1PR
PO BOX 1096 JKT 10001
INDONESIA
Alamat Stasiun lawan
Biaya pengiriman yang cukup
Bila menginginkan jawab segera sebaiknya kartu QSL
dimasukan dalam Amplop dan lampirkan
S.A.E
(Self Addressed Envlope ) atau
S.A.S.E
(Self Addressed Stamp Envlope )
PENGIRIMAN QSL CARD

VIA QSL BUREAU
Pengiriman secara kolektif dengan biaya yang murah
KEUNTUNGAN
TIDAK PERLU MENGETAHUI
ALAMAT
STASIUN LAWAN
PENGIRIMAN
MELALUI
QSL
BIAYA PENGIRIMAN
YANG MURAH
BUREAU DIBUTUHKAN
DalamKESABARAN,
Negeri
DIRECT KARENA
Rp. AKAN
2.000,Bureau
Rp. LAMA
250,MEMAKAN
WAKTU AGAK
Ke USA
QSL BIRO
LUAR NEGERI
DIRECT
Bureau
Rp.
Rp.
12.000,1.000,-
QSL BIRO ORARI
AMATEUR RADIO
AWARD’S
AMATEUR RADIO AWARD
MERUPAKAN TANDA PENGHARGAAN ATAS PRESTASI
SEORANG AMATIR RADIO DALAM MELAKUKAN KEGIATAN
BERKOMUNIKASI ATAU MONITORING ( SWL )
DENGAN DEMIKIAN AMATEUR RADIO AWARD’S
ADALAH
BUKTI PRESTASI – BENDA KEBANGGAAN - BENDA KENANGAN
DAN MERUPAKAN PRESTICE SEORANG AMATIR RADIO
UNTUK MEMPEROLEH AWARD
SETIAP AMATIR RADIO DAPAT MEMPEROLEH AWARD
UNTUK MEMPEROLEH SEBUAH AWARD YANG
BERSANGKUTAN HARUS MENGAJUKAN PERMOHONAN
KEPADA AWARD MANAGER DENGAN MENGISI FORMULIR
YANG DITENTUKAN DAN MELAMPIRKAN BUKTI KEGIATAN
QSO ATAU KEGIATAN SWL BERUPA QSL CARD SERTA
MEMBAYAR FEE YANG TELAH DITENTUKAN
KETAHUI TERLEBIH DAHULU :
NAMA AWARD
SIAPA MANAGERNYA & DIMANA ALAMATNYA
PERSYARATAN YANG DIMINTA
BESARNYA FEE
WORKED ALL
INDONESIA AWARD
(W.A.I.A)
DITERBITKAN OLEH
ORARI PUSAT
ALAMAT MANAGER
PO BOX 1096 JAKARTA 10910
BESARNYA FEE
Anggota ORARI
A.R. Manca Negara
Rp. 60.000,8 US $ / 16 IRC
PERSYARATAN
memiliki QSL Card hasil QSO / SWL pada band HF dengan amatir
radio seluruh WRA area di Indonesia ( Ø s/d 9 )
untuk anggota ORARI
5 Station setiap WRA = 50 QSLcard
dan setiap WRA harus termasuk YD,YC,YB
untuk yg berasal dari Zone 28
3 Station setiap WRA =
30 QSLcard
untuk yg diluar Zone 28
2 Station setiap WRA =
20 QSLcard
WORKED THE EQUATOR
AWARD (W.T.E.A)
DITERBITKAN OLEH
ORARI PUSAT
ALAMAT MANAGER
PO BOX 1096 JAKARTA 10910
BESARNYA FEE
Anggota ORARI
A.R. Manca Negara
Rp. 60.000,8 US $ / 16 IRC
PERSYARATAN
memiliki QSL Card hasil QSO / SWL pada band HF dengan amatir
radio dari negara yang dilalui Equator (katulistiwa)
C2, HC, HC8, HK, KH1 & KH8, PP-PY, PYØ, S9, T30, T31, T32, TN
TR, YB5, YB7, YB8, 5X, 5Z, 6O, 8Q, 9Q
AWARD CLASS I
AWARD CLASS II
AWARD CLASS III
CONFIRMED FROM 15 COUNTRIES INCLUDE YB5, YB7, YB8
CONFIRMED FROM 12 COUNTRIES INCLUDE YB5, YB7, YB8
CONFIRMED FROM 8 COUNTRIES INCLUDE YB5, YB7, YB8
WORKED ALL
CONTINENT AWARD
(W.A.C)
DITERBITKAN OLEH I.A.R.U Headquarter
ALAMAT MANAGER
Po Box AAA
Newington Connecticut 06111 USA
PERSYARATAN
memiliki QSL Card hasil QSO pada band HF
dengan amatir radio dari 6 BENUA
ASIA – EUROPA – AFRICA - OCEANIA –
NORTH AMERICA – SOUTH AMERICA
menggunakan Formulir Khusus dan di
Verifikasi oleh Organisasi anggota IARU
DX CENTURY CLUB
AWARD (DXCC)
DITERBITKAN OLEH
A.R.R.L
ALAMAT MANAGER Po Box AAA
Newington Connecticut 06111 USA
PERSYARATAN
memiliki QSL Card hasil QSO pada band HF
dengan amatir radio dari Min 100 Negara
menggunakan Formulir Khusus
seluruh QSL Card harus di kirim
ke Award Manager untuk diperiksa
KESIMPULAN
ORARI & KEGIATAN AMATIR RADIO
ADALAH SUATU KEGIATAN INDIVIDU
YANG BERMANFAAT BAIK BAGI PELAKU
MAUPUN BAGI MASYARAKAT, BANGSA
DAN NEGARA
ORARI
SECARAMEMILIKI
INDIVIDUPOTENSI
AMATIR RADIO
• MENDAPATKAN DAN MENAMBAH PENGETAHUAN DAN WAWASAN
• MENDAPATKAN KAWAN TANPA MELIHAT LATAR BELAKANG
• MILIKI KESEMPATAN MENGABDI PADA BANGSA DAN NEGARA
• SDM yang Disiplin, Maju dan bermanfaat
• Stasiun Radio yang tersebar di seluruh pelosok tanah air
• Hak untuk menggunakan Frek. Radio 23.079.390 KHz
• Koordinasi dengan Amatir Radio di Seluruh Dunia
PERAN AMATIR RADIO INDONESIA
DALAM MENANGGULANGI
PERSOALAN-PERSOALAN BANGSA INDONESIA
SARANA DAN PRASARANA KOMUNIKASI
ORARI MEMILIKI >
S.D.M
•
PENGUASAAN PENGETAHUAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI
•
INSTALASI & PERAWATAN PERALATAN KOMUNIKASI
•
PENGEMBANGAN SARANA DAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI
( DIGITAL 2,4 GHz – REPEATER & DIGIPEATER – VOIP – SATELIT LAPAN DSB)
MEMBERIKAN SUMBANGAN PEMIKIRAN YANG MEMBAHAS
TENTANG REGULASI KOMUNIKASI BAIK DITINGKAT NASIONAL
MAUPUN INTERNASIONAL
PERAN AMATIR RADIO INDONESIA
DALAM MENANGGULANGI
PERSOALAN-PERSOALAN BANGSA INDONESIA
JARINGAN KOMUNIKASI
ORARI MEMILIKI > STASIUN RADIO & OPERATOR
YANG TERSEBAR DISELURUH PELOSOK TANAH AIR YANG SETIAP SAAT
DAPAT DIMANFAATKAN
KOMUNIKASI PENANGGULANGAN BENCANA
SEBAGAI JARINGAN EARLY WARNING SYSTEM DAN JARINGAN KOMUNIKASI
•
OPERASI TANGGAP DARURAT
•
OPERASI REKONSTRUKSI
MENEMBUS WILAYAH YANG TERISOLIR
•
MEMBERIKAN DUKUNGAN KOMUNIKASI DALAM
BERBAGAI EVENT ( PEMILU, PILPRES, PILKADA, ANGKUTAN LEBARAN,
MTQ, JOTA, PON, DLL )
PERAN AMATIR RADIO INDONESIA
DALAM MENANGGULANGI
PERSOALAN-PERSOALAN BANGSA INDONESIA
PENINGKATAN POTENSI WILAYAH &
KESEJAHTERAAN MASYARAKAT
DENGAN KEGIATAN >
DX’ing,
QSL’ing, HAM Festival dll
BERPERAN SEBAGAI MEDIA PROMOSI
PARIWISATA DAN BUDAYA KEMANCA NEGARA
GUNA PENINGKATAN POTENSI WILAYAH & KESEJAHTERAAN
MASYARAKAT
PERAN AMATIR RADIO INDONESIA
DALAM MENANGGULANGI
PERSOALAN-PERSOALAN BANGSA INDONESIA
PERSOALAN PERSATUAN BANGSA DAN
PERSAHABATAN ANTAR BANGSA DI DUNIA
AMATIR RADIO TIDAK BERPOLITIK ATAU SARA
DENGAN AKTIFITAS KOMUNIKASI DAN KOORDINASI
YANG TERTIB DAN SESUAI DENGAN KETENTUAN YANG
BERLAKU AKAN TERCIPTA
PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA
SERTA MEMPERKOKOH PERSAHABATAN
ANTAR BANGSA DI DUNIA
AGAR PERAN AMATIR RADIO INDONESIA
DALAM MENANGGULANGI PERSOALAN BANGSA INDONESIA
DAPAT TERSELENGGARA DENGAN BAIK
KOMPAK DAN MERAPATKAN BARISAN
HINDARI PENGELOMPOKAN – PENGELOMPOKAN
MAU MENGHORMATI PENDAPAT ORANG LAIN
PERBEDAAN PENDAPAT HARUS DIJADIKAN SEBAGAI
PEMICU PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN BUKAN PEMICU PERPECAHAN
AGAR PERAN AMATIR RADIO INDONESIA
DALAM MENANGGULANGI PERSOALAN BANGSA INDONESIA
DAPAT TERSELENGGARA DENGAN BAIK
MENGAMALKAN KODE ETIK SECARA
KONSEKWEN DAN BERTANGGUNG JAWAB
AGAR PERAN AMATIR RADIO INDONESIA
DALAM MENANGGULANGI PERSOALAN BANGSA INDONESIA
DAPAT TERSELENGGARA DENGAN BAIK
DI BINA, DIDUKUNG
DAN
DIFASILITASI
DEMIKIANLAH
SEMOGA BERMANFAAT
73
CHERIOO
Descargar

Slide 1